Label
- Bahasa Bali
- Belajar
- berjapa
- bisnis online
- cinta
- English course
- fashion
- Fun Math
- Hindu Universal
- Jalan-jalan ke Bali murah meriah
- kecantikan wanita
- Kedai O'onk
- Kedai O'onk news
- Kesehatan Alami
- Mahabharata
- Masakan Arab
- Masakan Indonesia
- masakan vegetarian
- Motivasi
- oleh-oleh khas Bali
- Pesta
- Pesta Pernikahan
- puisi
- resep masakan jepang
- sastra
- Scient
- suka - suka
- toko kue cs
- tradisi
- tradisi Bali
- Yoga
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Kamis, 29 Januari 2015
Mulai belajar mekar
Mulai belajar mekar
Wangi disebar disekitar
Mata segar berbinar
Terpana tak berujar
Melingkar bak dibelit ular liar,
saling cakar bak kelelawar lapar,
saling tikam bak pendekar sangar,
menggelegar di atas selembar tikar
21 jam · Telah disunting · Suka
Nala Antara Terdengar tembakan duaaaarrrrrrr dan akhirnya bubarrrrrrrr......rrrrt
meski tak berujar, suaramu jelas terdengar.
Terdengar karena ada yg bergetar.....walau hanya sebentar.....
Walau hanya sebentar
Jangan terus diumbar
Apalagi sampai telantar
Dan terkapar di belukar
di belukar jangan bergetar apalagi bertengkar, lebih sunyi meringkuk melingkar
Rabu, 07 Januari 2015
kepak sayapnya menggetarkan hati
burung rajawali melintas dipuncak candi ,kepak sayapnya menggetarkan hati , dia merasa menjadi unggas paling perkasa, dia terbang membelah langit sambil berkauk menangtang musuhnya , permukaan bumi mengkerut karna takut , daun daun pohon berguguran dicekam kengerian , Burung rawali melintas di puncak candi ,dia lah raja angkasa raya , berilah jalan padanya untuk membunuh musuhnya .
Aku hanya lelah
Membakar diri demi memberi terang pda kegelapan
Aku senang krn bisa membagi cahaya
Tp kali ini aku sangat lelah
Ijinkan aku rehat sejenak
Pulihkan hati .. Pikiran ..dan jiwa ku ..
Satu kalimat untk mu sobat
I miss u
Selasa, 23 Desember 2014
puisiku
Engkau laksana buku bagiku
menarik hasratku kala pertama ku lihat sampulmu
semangatku menggebu saat membuka lembar demi lembar
penasaran dan tanya ku genggam
dengan sabar ku baca setiap kalimat dengan riak mata berona warna warni ekspresikan rasa
semangatku tak pernah surut
tetap bertekad akan ku baca hingga purna
agar ku dapatkan jawaban dari semua tanya..
Sabtu, 20 Desember 2014
puisi untuk kawan
Kawan..
Tatkala kukepakan sayapku
Dan terbang menyusuri
Setapak rona rona mentari
Terbang.....jauh..membawa asaku
Tak perlu lg berkecoh karena
Tampamu kubisa lalui semuanya
Mencari pelangi diantara awan kelabu....sayapku mungkin lelah tdk
semangat dan hatiku....
Demi secercah harapan...
Rabu, 10 Desember 2014
tetes air mataku
Jika tawa bahagia dapat ku bagikan tanpa kira
namun titik air mata hanya ku simpan untukku saja
namun kuntum dari kelopak mawarmu menariku untuk berubah,
kini..setiap tetes air mataku ku biarkan bermukim juga di dirimu.
Maafkanlah aku duhai lelaki sewangi mawar..
Jika engkau sll dapat bagian dari episode sad story..
Kamis, 27 November 2014
sarat makna
dalam setiap gerakmu
sarat makna kehidupan
ada kekuatan yang terasa
berputar....menyatu dengan alam
merasakan denyut nadinya
sembah suksma HYANG WIDHI
sarat makna kehidupan
ada kekuatan yang terasa
berputar....menyatu dengan alam
merasakan denyut nadinya
sembah suksma HYANG WIDHI
Semangat pagi...
Semangat pagi...
Jika hidup kita menjadi sulit...
Bubuhkan suka cita n kesenangan dlm hidup kita...
Jika kita bisa menaruh senyum
Di dalam nya...
Hidup akan menjadi lebih baik...
Jika hidup kita menjadi sulit...
Bubuhkan suka cita n kesenangan dlm hidup kita...
Jika kita bisa menaruh senyum
Di dalam nya...
Hidup akan menjadi lebih baik...
Jumat, 14 November 2014
sejengkal cahaya bulan
di sejengkal cahaya bulan aku
memandang bayangmu bayangku
melayari danau kenangan
angsa sepasang
bunga-bunga melabuhkan tawa ki ta
hujan mericik-ricikkan surga
sebelum malang mengabarkan
perpisahan
sepanjang badai datang
kita erat bergenggeman
sepanjang halilintar menyambar
kita telak jadi arang
lalu nadi pun tak luput bertem perasan
menjelma irisan luka terbalut cuka
sungguh tak pernah ada airmata
hanya genangan darah
menetes-neteskan nestapa
memandang bayangmu bayangku
melayari danau kenangan
angsa sepasang
bunga-bunga melabuhkan tawa ki
hujan mericik-ricikkan surga
sebelum malang mengabarkan
perpisahan
sepanjang badai datang
kita erat bergenggeman
sepanjang halilintar menyambar
kita telak jadi arang
lalu nadi pun tak luput bertem
menjelma irisan luka terbalut
sungguh tak pernah ada airmata
hanya genangan darah
menetes-neteskan nestapa
Langganan:
Postingan (Atom)





































