Label
- Bahasa Bali
- Belajar
- berjapa
- bisnis online
- cinta
- English course
- fashion
- Fun Math
- Hindu Universal
- Jalan-jalan ke Bali murah meriah
- kecantikan wanita
- Kedai O'onk
- Kedai O'onk news
- Kesehatan Alami
- Mahabharata
- Masakan Arab
- Masakan Indonesia
- masakan vegetarian
- Motivasi
- oleh-oleh khas Bali
- Pesta
- Pesta Pernikahan
- puisi
- resep masakan jepang
- sastra
- Scient
- suka - suka
- toko kue cs
- tradisi
- tradisi Bali
- Yoga
Tampilkan postingan dengan label Hindu Universal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hindu Universal. Tampilkan semua postingan
Selasa, 27 Januari 2015
adopting Vedic faith and culture
People adopting Vedic faith and culture . There are many Hindus in India who are proud of their culture and dharma but feels shy to express as in fear of communal tag. Why to shy we have rich and incredible faith and all Hindus should feel and express openly
Orang mengadopsi pengetahuan dan budaya Veda. Ada banyak orang Hindu di India yang bangga dengan budaya dan dharma mereka tetapi merasa malu untuk mengungkapkan seperti takut label. Mengapa malu kita kaya pengetahuan yang luar biasa dan semua orang Hindu harus merasa dan mengungkapkan secara terbuka
Sabtu, 17 Januari 2015
Kalpa atau masa seribu Yuga.
Jika kemudian kemudian engkau mengira alam semesta ini ada akhirnya, kenanglah lagi bagaimana alam semesta diciptakan, dimusnahkan, lalu seperti otomatis diciptakan berulang-ulang, itu siklus yang berputar abadi, itu yang disebut Kalpa atau masa seribu Yuga. Satu Kalpa sama dengan 4.320.000.000 tahun bagi manusia sedangkan bagi Brahma satu Kalpa sama dengan satu hari; ingatlah selalu alam semesta berlangsung selama satu Kalpa dan setelah itu dihancurkan oleh unsur api atau air. Pada saat itu, Brahma istirahat selama satu malam, yang lamanya sepanjang satu hari baginya, itu yang dikenang sebagai Pralaya, kejadiannya akan berulang-ulang selama seratus tahun bagi Brahma, atau 311 Triliun tahun bagi manusia, itu awal hitungan usia Brahma. ( wanti warsa)
Jumat, 09 Januari 2015
OM TAT SAT
Open minded may be better,...
Don't close your eye,.....
Your heart must pure,....and
Positive thinking
Past time was diferent with now and future,....
And always diferent,....
Hope, all of we understand about it
Thank you so much,....
pahami makna kalimat OM TAT SAT EKAM EVAM ADVITYAM BRAHMAN .. dan pahami makna mantra ibunya weda GAYATRI .. selanjutnya barulah 2. pahamami makna dari ajaran Trihita Karana, hanya kepada siapa kita menyembah, memuja, memohon dan bagai mana silakrama kita sesama mahkluk ciptaan Tuhan (Dewa, Dewi, manusia, bhuta kala, dan alam) 3. ajaran Trikaya Parisudha, setelah paham praktekkan dalam kehidupan sehari-hari.. 4 terakhir agar bertemuny Tuhan atau tercapainya Aham Brahman Asmi lakukan Tapa Brata Yoga Samadhi/ lakukan japa puasa secara rutin..
Selasa, 30 Desember 2014
2 muhurta sebelum matahari terbit
Sorry iam not celebrating new year, iam only celebrating Saka's new year, but iam happy for you all my FB friends
2 muhurta sebelum matahari terbit
Pada waktu subuh, alam berada dalam spektrum warna biru muda yang bersesuaian dengan frekuensi tiroid (kelenjar gondok). Dalam fisiologi, tiroid memiliki pengaruh terhadap sistem metabolisme tubuh manusia. Warna biru muda juga memunyai rahasia tersendiri berkaitan dengan rezeki dan cara berkomunikasi. Mereka yang masih tertidur pulas pada waktu subuh akan menghadapi masalah rezeki dan komunikasi. Hal ini terjadi karena tiroid tidak dapat menyerap tenaga biru muda di alam ketika ruh dan jasad masih tertidur. Pada saat adzan subuh berkumandang, tenaga alam ini berada pada tingkat optimum. Tenaga inilah yang kemudian diserap oleh tubuh kita terutama pada waktu rukuk dan sujud.
tengai tepet
Ketika memasuki waktu zhuhur, warna alam menguning dan berpengaruh terhadap perut dan sistem pencernaan manusia secara keseluruhan. Warna ini juga memiliki pengaruh terhadap hati. Di samping itu, warna kuning juga memunyai rahasia yang berkaitan dengan keceriaan seseorang. Jadi, mereka yang selalu ketinggalan atau melewatkan shalat zhuhur berulang-ulang kali akan menghadapi masalah dalam sistem pencernaannya serta berkurang keceriaannya.
AsharSaat ashar, warna alam berubah menjadi oranye. Hal ini memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap kondisi prostat, uterus, ovary, testis, dan sistem reproduksi secara keseluruhan. Warna oranye di alam juga bisa memengaruhi kreativitas seseorang. Orang yang kerap tertinggal waktu ashar akan menurun daya kreativitasnya. Di samping itu, organ-organ reproduksi juga akan kehilangan energi positif dari warna alam tersebut.
sanja
Menjelang maghrib, warna alam berubah menjadi merah. Pada waktu itu, kita kerap mendengar nasihat orang-orang tua agar kita tidak berada di luar rumah. Nasihat tersebut ada benarnya karena saat maghrib tiba, spektrum warna alam selaras dengan frekuensi jin dan iblis. Pada waktu ini, jin dan iblis amat bertenaga karena mereka beresonansi atau ikut bergetar dengan warna alam. Mereka yang sedang berada dalam perjalanan sebainya berhenti sejenak dan mengerjakan shalat maghrib. Hal itu lebih baik dan lebih aman karena pada waktu ini banyak interferens atau tumpang tindihnya dua atau lebih gelombang yang berfrekuensi sama atau hampir sama dan dapat menimbulkan fatamorgana yang dapat merusak penglihatan kita.
jam 8 malam Sedangkan ketika waktu isya’, alam berubah menjadi nila dan selanjutnya menjadi gelap. Waktu isya’ menyimpan rahasia ketenteraman dan kedamaian yang frekuensinya sesuai dengan sistem kontrol otak. Mereka yang kerap ketinggalan waktu isya’ akan sering merasa gelisah. Ketika alam diselimuti kegelapan, kita dianjurkan untuk mengistirahatkan jiwa dan raga. Dengan tidur waktu itu, kondisi jiwa kita berada pada gelombang delta dengan frekuensi di bawah 4 Hz dan seluruh sistem tubuh memasuki waktu istirahat.
tengah malam
Selepas tengah malam, alam mulai bersinar kembali dengan warna putih, merah jambu, dan kemudian ungu. Perubahan warna ini selaras dengan frekuensi kelenjar pineal (otak kecil), kelenjar pituitary (bawah otak), thalamus, dan hypothalamus. Maka, kita sepatutnya bangun dari tidur pada waktu ini dan mengerjakan shalat malam.
Rabu, 24 Desember 2014
CANDI
relief di CANDI PENATARAN, BLITAR, menceritakan kisah BUBUKSAH DAN GAGANG AKING, yang bertapa di Lereng gunung Wilis. secara garis besar aspek KeTuhanan masyarakat nusantara lebih sesuai dengan kegiatan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dengan samadhi, bertapa, menyepi dalam waktu yang lama di tempat khusus yang sepi.
Selasa, 23 Desember 2014
Ada sebuah medan energi yang menyatukan kita semua.
Sesungguhnya, kita semua terhubung. Albert Eistein telah mengemukakan tentang adanya unified field of energy. Ada sebuah medan energi yang menyatukan kita semua. Kita semua satu. Hanya saja, kita perlu meningkatkan kesadaran untuk bisa mengakses energi yang lebih tinggi itu. Soalnya, adalah bagaimana cara mengaksesnya?
“Dalam banyak tradisi kuno, festival-festival keagamaan selalu dikaitkan dengan bulan purnama. Pada saat bulan purnama, bukan hanya air laut, tapi air di dalam tubuh kita akan mengalami pasang naik. Pada saat itu pula, energi kita akan ikut meningkat. Oleh sebab itu, mereka yang memahami mekanisme ini akan memanfaatkan momentum ini dengan mengajak umat beragama untuk melakukan zikir atau sembahyang. Dengan cara itu, kesadaran kita dapat ikut meningkat.”
“Peristiwa pasang naik ini menjadi sangat penting bagi masyarakat di
India Utara dan Timur Tengah, karena secara alami mereka memang
kekurangan air. Mereka perlu memanfaatkan datangnya bulan purnama yang
secara alami akan meningkatkan cairan di dalam tubuh mereka. Tidak
demikian di negeri kita, kita tidak kekurangan air. Kita tidak perlu
mengikuti apa yang dilakukan di India Utara dan Timur Tengah, karena
kita berlimpah air.”
“Sebab itu, pikiran kita memang cenderung kacau. Makanya, akan lebih efektif bila kita berzikir pada saat bulan mati. Saat tidak terlihat bulan. Pada saat itu, pengaruh air dalam tubuh kita akan berkurang. Pikiran kita relatif tenang, tidak mudah bergejolak.
Kalau pada saat air sedang memasang di bulan purnama, ada seorang pengidap hipertensi yang makan nasi kebuli dan durian, dijamin akan terkena stroke. Oleh karena itu, kita harus hati-hati. Kita harus memahami kondisi diri. Karena setiap orang makan nasi kebuli, kita tidak perlu ikut-ikutan bila kesehatan kita tidak mengizinkan. Begitu pula dengan budaya asing, jangan mudah untuk mengimpornya. Budaya asal, budaya lokal di Nusantara, sebetulnya menyimpan banyak kebijaksanaan yang cocok untuk kita.
“Pada dasarnya air adalah juga ayat Allah. Bila kita memahami air, kita bisa menghindari terjadinya hal-hal yang akan merugikan diri kita.
“Kalau mau aman, ikut kebiasaannya orang-orang Bali, Purnama-Tilem. Pada saat Purnama mereka berdoa, pada saat Tilem juga berdoa. Pasti nggak bakal salah. Salah satunya, pasti menguntungkan. Bukankah tidak ada ruginya untuk berdoa, kapan pun dan di manapun?”
(Krishna, Anand; Djokorahardjo, Triwidodo; Natalina, Nina; Gede Merada (2006). Mengungkap Misteri Air. One Earth Media)
“Sebab itu, pikiran kita memang cenderung kacau. Makanya, akan lebih efektif bila kita berzikir pada saat bulan mati. Saat tidak terlihat bulan. Pada saat itu, pengaruh air dalam tubuh kita akan berkurang. Pikiran kita relatif tenang, tidak mudah bergejolak.
Kalau pada saat air sedang memasang di bulan purnama, ada seorang pengidap hipertensi yang makan nasi kebuli dan durian, dijamin akan terkena stroke. Oleh karena itu, kita harus hati-hati. Kita harus memahami kondisi diri. Karena setiap orang makan nasi kebuli, kita tidak perlu ikut-ikutan bila kesehatan kita tidak mengizinkan. Begitu pula dengan budaya asing, jangan mudah untuk mengimpornya. Budaya asal, budaya lokal di Nusantara, sebetulnya menyimpan banyak kebijaksanaan yang cocok untuk kita.
“Pada dasarnya air adalah juga ayat Allah. Bila kita memahami air, kita bisa menghindari terjadinya hal-hal yang akan merugikan diri kita.
“Kalau mau aman, ikut kebiasaannya orang-orang Bali, Purnama-Tilem. Pada saat Purnama mereka berdoa, pada saat Tilem juga berdoa. Pasti nggak bakal salah. Salah satunya, pasti menguntungkan. Bukankah tidak ada ruginya untuk berdoa, kapan pun dan di manapun?”
(Krishna, Anand; Djokorahardjo, Triwidodo; Natalina, Nina; Gede Merada (2006). Mengungkap Misteri Air. One Earth Media)
Minggu, 14 Desember 2014
Rudraksa
APA ITU GENITRI?
RUDRAKSA= rudra berarti Siwa dan aksa berarti mata, sehingga arti keseluruhannya berarti mata Siwa, yang sejalan dengan mitologinya bahwa di suatu saat air mata Siwa menitik, kemudian tumbuh menjadi pohon rudraksa menyebar di Negeri Bharatawarsa dan sekitarnya, Malaysia bahkan sampai ke Bumi Nusantara, yang popular dengan nama GANITRI atau GENITRI. Dalam bahasa latinnya disebut ELAEOCARPUS GANITRUS. Ada tiga macam jenis ganitri dan 4 jenis agak berlainan yang dinamai KATULAMPA.
RUDRAKSA = adalah buah kesayangan Siwa dan dianggap tinggi kesuciannya. Oleh karena itu rudraksa dipercaya dapat membersihkan dosa dengan melihatnya,
bersentuhan, maupun dengan memakainya sebagai sarana japa (Siva Purana). Sebagai sarana japa atau dapat dipakai oleh seluruh lapisan umat atau oleh ke-empat warna umat, maupun oleh pria atau wanita tua ataupun muda.
Selain pengaruh spiritual/religius tersebut, kepada pemakai rudraksa juga dapat memberikan efek biomedis dan bio-elektomagnetis (energi), secara umum dapat
dikatakan dapat memberi efek kesehatan, kesegaran maupun kebugaran. Hal ini terungkap dari buku tentang penyhelidikan secara mendalam terhadap keistimewaan rudraksa tersebut di India.
Untuk mendapat daya-guna sampai maksimal, tentu harus memenuhi etika dan syarat, apalagi untuk memperoleh manfaat-manfaat khusus, berkenaan dengan sifat-sifat tertentu yang dimiliki rudraksa sesuai dengan bentuk, rupa serta jumlah mukhi (juringan)-nya. Secara umum dapat disebutkan bahwa rudraksa harus tidak
dipakai/dibawa ke WC, melayat, turut kepemakaman/crematorium, dan tidak dalam keadaan cuntaka (sebel), maupun sebel pada diri wanita. Sebelum dimanfaatkan sebaiknya tasbih genitri itu dipersembahkan di pura, kemudian dimohonkan keampuhannya denagan diperciki tirtha, yang berarti pemakaiannya melalui prosedur ritual. Hal itu ditempuh karena ber-japa dengan tasbih genitri bukan sekedar untuk menghitung-hitung, memakai rangkaian japa-mala rudraksa juga bukan sekedar asesori atau sebagai atribut status quo. Dengan ritual itu ingin dicapai kemantapan bathin yang berdimensi magis, dan memperlakukan japa-mala-rudraksa itu sebagai sarana sakral, di samping untuk kesehatan.
Jumat, 12 Desember 2014
Om awignam astu Namah siddiam
Om awignam astu Namah siddiam
A= tidak
Wigna =kegelapan
Am = oleh beliau
Astu = semoga
Namah = menyebut
Siddi = tercapai
Menawa angga guru = guru rupaka lan pengajian
Sida angga guru = leluhur
Dewa angga guru. = batara Siwa
Nangluk Sasih.
Ida sesuhunan Ratu Ayu jagi kairing ngilap ring wates wates nglantur lunga ke Dalem Kayangan DAK. Dumogi antar sidaning tetujon.
A= tidak
Wigna =kegelapan
Am = oleh beliau
Astu = semoga
Namah = menyebut
Siddi = tercapai
Menawa angga guru = guru rupaka lan pengajian
Sida angga guru = leluhur
Dewa angga guru. = batara Siwa
Nangluk Sasih.
Ida sesuhunan Ratu Ayu jagi kairing ngilap ring wates wates nglantur lunga ke Dalem Kayangan DAK. Dumogi antar sidaning tetujon.
Kamis, 11 Desember 2014
Senin, 08 Desember 2014
Selamat Hari Raya Galungan lan Kuningan
Bila kata merangkai dusta..
Bila langkah membekas lara…
Bila hati penuh prasangka…
Dan bila Ada langkah yang menoreh luka.
Mohon bukakan pintu maaf…
Selamat Hari Raya Galungan lan Kuningan
Minggu, 07 Desember 2014
Tempat suci
Reg weda VIII. 6. 28
di tempat-tempat yang tergolong Hening, di gunung-gunung, pada pertemuan dua sungai (campuhan),disanalah para maharsi mendapatkan inspirasi (pikiran)yang jernih"
Di weda sudah jelas tercantum mengenai tempat2 yang disucikan atau di jaga dari "CEMER" agar kelestarian dan taksu tetap terjaga
di tempat-tempat yang tergolong Hening, di gunung-gunung, pada pertemuan dua sungai (campuhan),disanalah para maharsi mendapatkan inspirasi (pikiran)yang jernih"
Di weda sudah jelas tercantum mengenai tempat2 yang disucikan atau di jaga dari "CEMER" agar kelestarian dan taksu tetap terjaga
Jumat, 05 Desember 2014
Bhagavadgita
Bhagavadgita VII.16 , menegaskan ada empat kecendrungan manusia memuja
Tuhan , . .yang pertama AARTAH , adalah pemuja yang memuliakan Tuhan
saat dirundung derita , . kedua ARTHAARTHI , adalah bhakta yang memuja
Tuhan untuk memperoleh harta atau jabatan , . ketiga JIJNASU , adalah
pemuja yang menginginkan berkelimpahan pengetahuan , . yang keempat
JANANI , adalah pemuja Tuhan untuk memperoleh kebijaksanaan , untuk
mencapai dan bersatu dengan kebenaran mutlak . . . . . Nah , . .kita
termasuk yang mana yaa.
. .
. .
Kamis, 04 Desember 2014
Matematika Veda
Veda Matematika
Kata "veda" dalam bahasa Sansekerta bermakna "pengetahuan". Veda merupakan sekumpulan tulisan-tulisan kuno yang awal keberadaannya masih dalam perdebatan tetapi tulisan-tulisan tersebut dibuat sekitar beberapa abad sebelum masehi. Menurut tradisi India isi dari pada Veda sudah diketahui lama sebelum tulisan itu sendiri dikenal dan secara bebas tersedia bagi siapapun juga. Veda disebarkan dari mulut ke mulut. Tulisan-tulisan tersebut di kenal dengan nama Veda, terdiri dari sejumlah dokumen yang sangat banyak dan sebagian besar belum diterjemahkan, dokumen-dokumen tersebut sangat terstruktur, baik isi dalam dokumen itu sendiri maupun dalam hubungannya dengan dokumen yang lain. Persoalan-persoalan dalam Veda mencakup Tata Bahasa, Astronomi, Arsitektur, Psikologi, Filsafat, Memanah, dan lain-lain.
http://vedamatematika.blogspot.com/
Rabu, 03 Desember 2014
MERTYUNJAYA MANTRA
MERTYUNJAYA MANTRA YG TERTULIS PADA POTRET DEWA SIWA BERSUMBER PADA RG VEDA VII,59,12.
Arti mantra sbb: Kami memuja Rudra (Tryambhaka) yg menyebarkan keharuman dan memperbanyak makanan. Ia melepaskan kami spt mentimun dari batangnya, dari kematian bukan dari kekekalan.
Maknanya: mantra ini untuk memohon kesehatan bahkan ada juga mengucapkan untuk memohon kesembuhan dari penyakit. Apabila diantara umat belum hafal atau sulit menghafal maka ucapkan saja Gayatri mantra bait pertama dari Trisandya sebagai Chandasam veda mata yaitu: ibu dari segala Weda, mantra untuk memohon semua permohonan yg mempunyai kekuatan maha dahysat dan sadhu sakti untuk menyelesaikan semua masalah. Semua menjadi renungan. Svaha.
Arti mantra sbb: Kami memuja Rudra (Tryambhaka) yg menyebarkan keharuman dan memperbanyak makanan. Ia melepaskan kami spt mentimun dari batangnya, dari kematian bukan dari kekekalan.
Maknanya: mantra ini untuk memohon kesehatan bahkan ada juga mengucapkan untuk memohon kesembuhan dari penyakit. Apabila diantara umat belum hafal atau sulit menghafal maka ucapkan saja Gayatri mantra bait pertama dari Trisandya sebagai Chandasam veda mata yaitu: ibu dari segala Weda, mantra untuk memohon semua permohonan yg mempunyai kekuatan maha dahysat dan sadhu sakti untuk menyelesaikan semua masalah. Semua menjadi renungan. Svaha.
Selasa, 02 Desember 2014
Atheis
Selingan lagi
Atheis dan Fanatik Agama
Suatu hari di Pengadilan Akhirat, menghadap 2 orang yang meninggal dunia, yang 1 gak kenal Tuhan (Atheis) dan 1 lagi Fanatik Agama.
Tuhan pun memutuskan untuk memasukkan si Atheis ke Sorga, dan si Fanatik ke Neraka !
Si Fanatik protes keras, napa aku ke Neraka ?>:O
Tuhan menjawab tenang...
Anak'Ku... Loe ini introspeksi diri lah!!!
Saat mendapatkan kesulitan dalam hidup Loe bilangnya Gue kasih cobaan, memang Gue iseng??? terus sebut2 nama Gue dan puji2, memang Gue sifatnya seperti manusia yang senang dipuji ?
Ngerepotin Gue melulu, sakit bukannya minum obat eehhh... malah nyuruh Gue sembuhin.
Loe yang utang, suruh Gue yang lunasin.
Loe holiday Gue disuruh jadi satpam jagain rumah Loe.
Anak Loe digebukin orang karna narkoba, Loe suruh Gue berikan pertolongan, emang Gue Hakim???
Baru ngasih sedekah cemban aja, Gue disuruh balikin Cepek Tiau emang Gue direktur Bank Dunia???
Loe yang enak2 bikin anak, Gue lagi disuruh pelihara dan jagain dan bilang Gue yang Beri.
Kemaren Loe sekarat gara2 darah tinggi, karena keenakan makan sate kambing dan makan duren ! Loe bilang cobaan dari Gue...
Sekarang Loe mati, seluruh keluarga Loe bilang Gue yang manggil Loe, lantas nuntut Gue harus terima Loe di Surga. Sekarang Loe ke sini mau apa ?
Loe cuma mau rumah Gue kan ?
Enak aja!!!
Loe liat tuh si Atheis !
Kagak pernah ngerepotin Gue!!!
Tiap hari kerja giat, kesulitan hidup dihadapin dan dijalanin dengan gunain akal budi yang udah Gue bekalin.
Meski dulu dia belum tau Gue siapa, tapi sekarang dia pasrah gak nuntut apa-apa, menghadap Gue sebagai TUHAN-nya.
Hatinya tulus tanpa pamrih.
Ya jelas Gue pilih dia daripada Loe yang beragama, tapi kagak ngerti maunya Gue apa!!!
Percuma Loe ngaku anak Gue, tapi kagak pernah jadi kayak Gue!!!
Loe ama Gue kagak ada mirip2nya!!!
Jadi sorry lah yauw!!! tempat Loe gak pantes di Surga, tapi di NERAKA
Dan doa seorang Rabiah : "Ya Tuhan, jika aku beribadat hanya karena rasa takutku pada neraka, maka bakarlah aku di dalam api Neraka-Mu. Dan jika aku beribadat hanya karena mengharapkan Surga-Mu maka tutuplah rapat-rapat pintu Surga-Mu itu bagiku. Tetapi apabila aku beribadat hanya karena mencari keridhaan-Mu, maka jangan Engkau sembunyikan Keindahan Abadi-Mu itu dari pandanganku". ...bisa gak kita berdoa seperti itu...hehehe..
sunari gama
ki tegesni sunari gading, gina agung alit, manusa wenang, iki lwurnia:
hana dewa ngelayang, guru tunggal, ring sunia pantarannia, rumawak tuduh, endah kautamania, aran sanghyang licin, saking tan hana sangkania, endah pelag senennia, rumawak guru tunggal, ONG, rumawak manusa sakti, ekaksarania metunia, ONG bhagawan bhrigu, ana Rwa Mimitan, ala mwang ayu, kala mwang dewa, sanghyang rahu lawan sanghyang ketu, angadakang Dewa kabeh, metu sanghyang licin ring sunia Nirmala, kawilangania Windhu, patengahaning Kala Kalawan Dewa,
Iki linggania, ANG, Kala, AH, Dewa, ONG, Manusa Sakti. rumaga Windu, ngakan iki linggania (modre), manusa sakti rumawak sanghyang tuduh, nuduhang ala ayu, rahina wengi, ana Windu rumawak surya, wulan lintang tranggana, iki linggania: ang-akasa, ung-pertiwi, mang- ngawang-ngawang, metu wuku SINTA, ana Eka kala ngaran sangkala Sunia, dadi kalaning Dina, Ngaran Tali Wangke.
Wus sang Hyang ketu mayoga, metu Wuku Roro, Landep, Ukir, hana dwi wara, hana menge pepet (2), hana gumi langit, ngawang-ngawang ana rahina Wengi, dst.
Saudara Sedharma, senusantara... Mungkin Kitab SUNDARI GADING, SUNDARI
BUNGKAH, SUNDARI TERUS, sudah jarang ada yang memiliki kesamaan dengan
seluruh kepercayaan Luhur (tua) Nusantara, maka kitab ini sering disebut
Purwagama (atau WIWITAN).
Sekarang, pertanyaannya, apakah Kitab SUNDARI GAMA, dst merupakan KITAB HINDHU? atau Agama Tirtha yang di HINDHUKAN?

aksara "ah" bapa akasa pak? dan aksara "ang" itu ibu pertiwi?
ANG itu akasa, AH itu ibu pertiwi. cening kebalik,,, samounang kebalik, nanti konslet...he..he... ANG berasal dr A... ditambah windu, candra, nada. Windu, Candra, nada lambang Energy, jadi Bapa adalah lambang Energy, Ibu lambeng Materi. Seperti listrik: ANG adalah energy listrik yang mengalir, dan AH adalah kabelnya. Energi Listrik/voltase: terdiri dari Positive / elektron (candra), dan Proton (nada) beserta Nol. begitu klo di ilmi Fisika keistrikan.
kalau kita pelajari Sunda Wiwitan, maka kita akan bertemu istilah2 yang sama. dlam kitab Karuhun (kaweruhan klo di BALI) ada disebutkan: sebelum orang hindhu membangun kerajaan di medang kamulan, wiwitan (purwa gama) ini sudah ada. istilah2 yang masih sering di pakai adalah: RA - (yang mengacu pada RA-ADITYA = Surya), inilah Dewa pertama yang dikenal manusia, BG melaui krisna juga membenarkan ini, bahwa: ajaran yg diwejangkan pada arjuna sudah pernah disampaikan m=pada SURYA, wiswawan, seiirng perjalanan waktu, menghilang ditelan jaman,,, dan diwejangkan kembali jaman Mahabarata. RA-aditya = surya, RA-Hayu = sejahtra atas kehendak dewata, Ra-Hajeng, RA-Harja. kata RA mengacu pada Tuhan. DEWA RA- di mesir, di Jepang juga: Putra RA artinya turunan Matahari,
aksara adalah alat utk menuliskan sastra, pasti yang di Ulas pertama adalah AKSARA sebagai Lambang Bunyi, dan lambang2 Formula. kalau pernah belajar Fisika dan Kimia, pasti akan belajar Lambang juga, H20 = Air, di Bali Ung. H2s = kentut, di Bali ang (ampru). dan seterusnya,,,kita yang tidak peduli dan lebih mempelajari pelajaran formal, maka kita melupakan ilmu warisan leluhur.
di atas adalah siwa sidhanta vajrayana, entah sunarigama berasal dari siwa siddanta yang di bawa agastya, atau yang lain yang jelas, sunarigama akan berlanjut pada kanda pat, jika diformulasikan ditingkat kanda pat dewa maka sama dengan sidhanta, atau siwa sampurna.
jika sunari gama ini dilanjut barbarannya maka akan sampai pada: pati Urip (banten pati-urip) atau pengabenan dasar dan namaskara. yang dibagi menjadi sub-sub semerti/penjelasan seperti: rare angon, roga sagarahumi, dll.
bahasa lumrah sering tercap: MEME-BAPA, ANG-AH,.. padahal BAPA-MEME, ANG-AH. kalau di manusia: ANG adalah BIBIT/ SPERMA/ PEJUHKama PETAK, dan AH adalah Tempat meletakan BIBIT/ Sel Telur/ Kama Bang. di meditasi / ngulengang Kahyun: ANG adalah nafas masuk, dan AH adalah Nafas keluar. Dalam Kawiesesan, ANG adalah menghimpun Energy, dan AH adalah Menyalakan, Swara RWA atau suara kembar (NGH) melepas...
perjalanan keagamaan di India sangat panjang juga, sebelum india di Dominasi oleh Islam selama kurang lebih 800 tahun, agama disana beraliran brahmana, kemudian setelah gerakan arya samaj, upaya mengembalikam hindhu dri misionaris kristen dan islam, india sekarang penganut Hindhu Puranic. mereka berdasarkan Puran: siwa purana mengagungkan siwa saja, wisnu purana mengagungkan Wisnu saja, durga, agni, aghori, linggayat, hanuman dan banyak lagi..
Agama Hindu masuk keNusantara pd abad 1masehi,brakar pd Shaiva Shidanta dr Rsi Agastya,dilanjutkn oleh murid bliau brnm Trina Windu diknl dng Bhatara Guru/Eka pratama.dn diBali dprkenalkn oleh oleh Rsi Markandya dng Bebaliny,dilanjutkn oleh Mpu Sangkul putih dng penambahn Arca pralingga,diprknalknnya tata kpemimpinan Dukuh,Prawayah dn Kubayan,
Empu Kuturan dng Desa Pekraman,adat,kahyangan 3/Tri Murti.
Mpu jiwaya dng Tantrik,
Dnghyang Nirartha dng Tri Purusany.
Kl dilihat Bali tidak pas disbt hny sbg sekedar Agama,sbb cakupannya sngt luas hingga nigama dn sundari gama slaras dng tantra,mantra,yantra.
sama seperti sunari gama, yang berisi bhuana bahbah, sebenarnya isinya adalah penjelasan: HAKEKAT MANUSIA, dari tidak ada (sunya) sampai kembali ke sunya, ditengah2 adalah Kanda pat sari, disana tidak ada mantra, tidak ada banten tapi kaweruhan, dan berahkir di kanda pat atma dan Subhiksu, sejatinya ajaran ini mengajarkan bagaiamana manusia melalui kehidupan. Sunari = Indah, Gama = Pegangan. Pegangan indah kehidupan tapi berbau tantrayana dikit.
Sekarang, pertanyaannya, apakah Kitab SUNDARI GAMA, dst merupakan KITAB HINDHU? atau Agama Tirtha yang di HINDHUKAN?

aksara "ah" bapa akasa pak? dan aksara "ang" itu ibu pertiwi?
ANG itu akasa, AH itu ibu pertiwi. cening kebalik,,, samounang kebalik, nanti konslet...he..he... ANG berasal dr A... ditambah windu, candra, nada. Windu, Candra, nada lambang Energy, jadi Bapa adalah lambang Energy, Ibu lambeng Materi. Seperti listrik: ANG adalah energy listrik yang mengalir, dan AH adalah kabelnya. Energi Listrik/voltase: terdiri dari Positive / elektron (candra), dan Proton (nada) beserta Nol. begitu klo di ilmi Fisika keistrikan.
kalau kita pelajari Sunda Wiwitan, maka kita akan bertemu istilah2 yang sama. dlam kitab Karuhun (kaweruhan klo di BALI) ada disebutkan: sebelum orang hindhu membangun kerajaan di medang kamulan, wiwitan (purwa gama) ini sudah ada. istilah2 yang masih sering di pakai adalah: RA - (yang mengacu pada RA-ADITYA = Surya), inilah Dewa pertama yang dikenal manusia, BG melaui krisna juga membenarkan ini, bahwa: ajaran yg diwejangkan pada arjuna sudah pernah disampaikan m=pada SURYA, wiswawan, seiirng perjalanan waktu, menghilang ditelan jaman,,, dan diwejangkan kembali jaman Mahabarata. RA-aditya = surya, RA-Hayu = sejahtra atas kehendak dewata, Ra-Hajeng, RA-Harja. kata RA mengacu pada Tuhan. DEWA RA- di mesir, di Jepang juga: Putra RA artinya turunan Matahari,
aksara adalah alat utk menuliskan sastra, pasti yang di Ulas pertama adalah AKSARA sebagai Lambang Bunyi, dan lambang2 Formula. kalau pernah belajar Fisika dan Kimia, pasti akan belajar Lambang juga, H20 = Air, di Bali Ung. H2s = kentut, di Bali ang (ampru). dan seterusnya,,,kita yang tidak peduli dan lebih mempelajari pelajaran formal, maka kita melupakan ilmu warisan leluhur.
di atas adalah siwa sidhanta vajrayana, entah sunarigama berasal dari siwa siddanta yang di bawa agastya, atau yang lain yang jelas, sunarigama akan berlanjut pada kanda pat, jika diformulasikan ditingkat kanda pat dewa maka sama dengan sidhanta, atau siwa sampurna.
jika sunari gama ini dilanjut barbarannya maka akan sampai pada: pati Urip (banten pati-urip) atau pengabenan dasar dan namaskara. yang dibagi menjadi sub-sub semerti/penjelasan seperti: rare angon, roga sagarahumi, dll.
bahasa lumrah sering tercap: MEME-BAPA, ANG-AH,.. padahal BAPA-MEME, ANG-AH. kalau di manusia: ANG adalah BIBIT/ SPERMA/ PEJUHKama PETAK, dan AH adalah Tempat meletakan BIBIT/ Sel Telur/ Kama Bang. di meditasi / ngulengang Kahyun: ANG adalah nafas masuk, dan AH adalah Nafas keluar. Dalam Kawiesesan, ANG adalah menghimpun Energy, dan AH adalah Menyalakan, Swara RWA atau suara kembar (NGH) melepas...
perjalanan keagamaan di India sangat panjang juga, sebelum india di Dominasi oleh Islam selama kurang lebih 800 tahun, agama disana beraliran brahmana, kemudian setelah gerakan arya samaj, upaya mengembalikam hindhu dri misionaris kristen dan islam, india sekarang penganut Hindhu Puranic. mereka berdasarkan Puran: siwa purana mengagungkan siwa saja, wisnu purana mengagungkan Wisnu saja, durga, agni, aghori, linggayat, hanuman dan banyak lagi..
Agama Hindu masuk keNusantara pd abad 1masehi,brakar pd Shaiva Shidanta dr Rsi Agastya,dilanjutkn oleh murid bliau brnm Trina Windu diknl dng Bhatara Guru/Eka pratama.dn diBali dprkenalkn oleh oleh Rsi Markandya dng Bebaliny,dilanjutkn oleh Mpu Sangkul putih dng penambahn Arca pralingga,diprknalknnya tata kpemimpinan Dukuh,Prawayah dn Kubayan,
Empu Kuturan dng Desa Pekraman,adat,kahyangan 3/Tri Murti.
Mpu jiwaya dng Tantrik,
Dnghyang Nirartha dng Tri Purusany.
Kl dilihat Bali tidak pas disbt hny sbg sekedar Agama,sbb cakupannya sngt luas hingga nigama dn sundari gama slaras dng tantra,mantra,yantra.
- Komang Indrayana Kalau hk bersifat vaisnava. Konsen ke visnu dan turunnya. 2 kelompok ini memang sering bertentangan. Nak mulo keto. Lahir hidup mati. Antara hidup jak matu selalu bertentangan. Nyak ben murid mare melajah mimih jeg jeg saling ngadokang sabuk kak ne. Xixixixi
- Darma Suanjaya @ Komang Indrayana, tidak sepenuhnya BALI siwaisme, Bali memiliki perjalanan panjang soal keagamaan, Dari Budha, kemudian menjadi Puranic atau adanya sampradaya2, kemudian luluh menjdi TRI MURTI oleh Mpu Kuturan jaman Udayana, kemudian Jaman Dalem sempat Waisnawa, kemudian jaman dalem watu renggong menjadi Siwa - buhda jaman Dhanghyang nirarta, kemudian jaman berikutnya jaman astapaka beragama budha s-sogatha. kemudian menyebut diri agama Tirtha sebelum di akui, dan tahun 1957 baru menjadi Hindhu, dan ada parisadha Hindhu- Bali, kemudian menjadi PHDI. jadi Hindhu Bali adalah: Campuran........ seperti jalan aspal yang di tumpuk- ditumpuk tanpa menghilangkan yang lama. makanya keagamaan di Bali tidak seragam kemudian disbt Desa kala patra.
- Darma Suanjaya @ Komang Indrayana, utk Waisnawa di Bali memiliki warna yang sangat beda, karena waisnawa bhairawa kalacakra. pedomannya adalah sodasiwikrama, dan Biasanya dalam upakara/upacara tidak dipuput oleh Pedanda (nudha /siwa), tapi cukup nunas trtha di Padukuhan, ini ada sejarahnya, ketika dewa ayu laksmi putri dalem di nikahi oleh Guru waisnawa, sejak itu Waisnawa tidak dipakai lagi sbg purohito, tapi Konsep TRINAWINDU atau TRI SADHAKA, masih dan biasanya memiliki tugas utk membersihkan alam bawah, alam tengah dan atas. HK, itu jelas beda, karena mengacu Pada BG dan Srimad Bhgawatam saja sebagai acuan di tambah dengan tradisi india. tidak ada Caru atau Bhuta yadnya. bahkan kalau sempat ikut HK maka akan ketemu dgn kata2: HK bukan bagian dri Hindhu, weda adalah Ranting usang...dsbgnya, coba baca, pidato atau wrjangan2 Srila prbaupada.
- Komang Indrayana Bhairawa nike kan sivaisma medue bli darma. Ajaran budha termasuk vaisnawa. Budha yg asli cuman raja sailendra saja. Majapahit sampun pokok ajaran siva yg disisipkan budha. Nah niki menamakan diri kelompok vaisnawa. Yen rereh vaisnawa asli ya gak makan daging, ritual sedikit saja.
- Darma Suanjaya @ komang Komang Indrayana, Bhairawa sebenarnya sempalan siwaisme yaitu dari pemuja Bhairawi atau Durgha, tapi di Bali dan Nusantara, ini mengalami sinkretisme. Budha yang mengalami sinkretisme dengan bhairawa menjadi Jainisme, waisnawa aslinya tidak ada menggunakan daging, dan di bali dikenal Bebali yang di bawa oleh Markandya bersama muridnya,.
- Komang Indrayana Nah vaisnawa masuk ke bali nak sampun campuran dg sivais. Dibali yg awalnya asli sivais akhirnya kandungan vaisnawanya kecil sekali. Banyak bhakta yg bingung mana saja unsur unsur vaisnawanya. Bukti niki sering kurang puas penjelasannya. Di besakih sendiri pelinggih tertinggi tetap memakai ciwa yg tertinggi di penatarannya.
- Darma Suanjaya @ Komang Indrayana, ajaran waisnawa markandya kalo di perhatiakan biasanya di praktekan di Bali tengah, songan, batur, kintamani, dan beberapa daerah pegunungan. purohito waisnawa yang datang bersamaan dgn kresna kapakisan termasuk waisnawa yang sudah campuran, jika di teliti, unsur waisnawa jaman markandya: biasanya ada banten bebali, banyak unsur buah (kacang, kace, komak) sbgai simbol, di besakih ada tiga Candi atau padma tiga adalah lambang TRINI atau trinawindhu atau Tri Sadhaka, terdiri dari siwa, sogata, waisnawa.
- Darma Suanjaya @ Ajung Dalem Rai, sebenarnya panca wali krama, eka dasa ludra termasuk caru/pembersihan, dan pada saat ini TRINA WINDU ini memiliki fungsi masing2 yaitu membersihkan alam bawah, tengah dan atas. Caru bukan yang: Bhuta bhucari, Kala bhucari dan Durgha bhucari saja, tapi masih banyak jenisnya yang lain tergantung tingkatannya, dan beda sebutannya.
- Sidi Dharma @Dharma Suanjaya : di Lontar apa mungguh Padma Tiga lambang Tri Sadaka, tumben sy dengar???
- Darma Suanjaya @ sidi Sidi Dharma, Inilah sunari gama, untuk yang alit dan agung sebagai pedoman manusia. inilah macamnya: ada kekutan (dewa) yang melayang-layang, ajaran tunggal di alam Sunyi tempatnya (dalam gambar sebagai SAT), menjadi sanghyang TUDUH (penentu) beraneka macam keutamaannya, bernama sanghyang LICIN, berasal dari TIDAK ADA (kosong/ Windhu), berbagai macam gelarnya, berwujud GURU TUNGGAL (OM), ONG berwujud manusia Sakti mengeluarkan akasara Tunggal (OMKARA), OM sebagai Bhagawn Brighu, memunculkan dua perbedaan awal yang berpasangan, Baik buruk, kala dan Dewa, siang dan malam, mewujudkan para dewata, muncul sanghyang LICIN dari kesunyian yang suci berbentuk WINDHU ( o ), diantara kala dan Dewa, ini lambangnya ANG = kala, AH = Dewa, Ong Manusa Sakti berwujud Windhu, Ini lambangnya (lambang Modre tak bisa ditulis), manusia sakti sebagai sanghyang TUDUH, yang menentukan baik Buruk, dan seterusnya......
- Darma Suanjaya @ sidi Sidi Dharma, coba kebitin Purana Besakih, lan babad dalem, juga ada buku tentang TRINA WINDU, atau TRINI. disana ada, tapi disana disebutkan: pinaka Trinawindu preragan sang tri sadhaka, gitu kutipannya. kalau saya mengartikan padma tiga diumpakan sebagai simbul trinawindu perwujudannya adalah TRI Sadhaka.
- Sidi Dharma Sesuai lontar Buwana Kosa, dll,,,Padma Tiga pelinggih utk MemuJa Parama Siwa, Sada Siwa dan Siwa yg di sebut Tri Purusa.
- Darma Suanjaya @ sidi Sidi Dharma, tiyang juga menemukan hal yang sama di bhuana Kosa, tapi ini jelas juga dalam purana ada kata: PINAKA PRERAGAN.. itu artinya itu bukan TRI SADHAKA, tapi di andaikan, sehingga mereka memiliki kedudukan yang sama antara siwa, sogata dan waisnawa. Ini mungkin salah satu cara mendamaikan mereka pada Jamannya, sama halnya, keberadaan TRI mURti, menurut rontal gong wesi, semua itu adalah bhatara dalem Kawi, nah siapa bhatara dalem Kawi? kalau siwaisme menganggap itu Siwa yang memurti dados: bhatara sapu jagad, dll....
- Sidi Dharma Padma Tiga puncak Konsep ketuhanan agama Bali yg mana kedudukan tuhan/Siwa dilukiskan scara VertiKal, konsep Tri Purusa setara dg Konsep di dalam Upanisad tentang Nirguna dan Saguna Brahman. Parama Siwa adalah kedudukan tuhan tertinggi, disebut tertinggi krn diluar jangkauan pikiran (Acintya), tak bsa dibayangkan, tak berbentuk, tak terukur, tak terlampaui, dll,,,dg demikian ini setara dg pengertian tuhan sbg Nirguna Brahman. Kemudian kedudukan Tuhan sbg SadaSiwa, tuhan mulai kena pengaruh maya, mulai punya sifat-sifat yg serba Maha, di tingkat ini pikiran manusia mulai bsa menjangkau, makanya ada orang memuJa Tuhan Hyang Maha Besar, MAha Pengasih, Maha Pemurah, dll,,,,di Tingkat ini Tuhan bersifat Saguna Brahman. Kedudukan Berikutnya tuhan sbg Siwa, disini sdh kena pengaruh maya, di tingkat inilah Siwa beranifestasi mjd Dewata nawa sanga.
Kedudukan tuhan scara vertikal di atas sesungguhnya melukiskan tingkat kesadaran manusia di Jalan rohani. Ada kesdaran tuhan sbg pikiran, ada kesadaran yg melampaui pikiran. Kesdaran tuhan sbg pikiran tentu mesti menggunakan symbol2 yg bsa dipahami pikiran. Kesdaran diluar pikiran, berSifat melampaui pikiran dg bgtu tdk butuh symbol.
Jadi konsep Tripurusa mnyiratkan tingkat kesdaran yg bsa dicapai oLeh manusia di dalam menemukan kebenaran.
Tripurusa ini hasil Upgrade Teologi bali sebelumnya yg dilakukan oleh Dang Hyang Nirartha berdasarkan Wahyu yg Beliau teriMa,,,,Mungkin Beliau sangat gusar dg keruntuhan Majapahit, dan berusaha utk menemuan Jawaban apa yg perlu dilakukan utk menyelamatkan Hindu di Bali spy tdk ikut mengalami islamisasi,,,,,Konon Jaman dulu orang Bali hanya menyembah dewa-dewa saja sama spt Majapahit,,,,,Kemudian DangHyang Nirartan mngkin melihat kelemahan ini, oleh krn di dalam meditasinya Beliau melihat Bali bagai bvunga teratai meKar tetapi tdk ada sarinya. Krn itu kemudian lahir ajaran Padmasana, yg sesungguhnya setara atau lebih tinggi dg ajaran Sankarasharya tentang atman dan brahman.
Jadi Padma Tiga boleh dikata sarinya spiritual Bali, yg menunjukkan Tingkat kesdaran tertinggi yg bsa dicapaio oleh umat hindu khusuinya krame Bali. - Darma Suanjaya @ Sidhi Sidi Dharma, sangat betul, makanya jika di kesiwaan jaman dulu ada Bhuana Kosa dalam perawakan Candi parambharman, dan Budha ada sanghyang kamahayanikan yang juga mencerminkan tingkat kesadaran spiritual diwujudkan dalam bentuk borbudhur, disana ada Kama dhatu yang artinya tingkat manusia biasa yang masih sangat erat dengan urusan kebutuhan Jasmani (sex, makan, dll), Rupa dhatu ditingkat kesadaran Sukma, disini sudah mulai dengan kesadaran2 tetapi masih membutuhkan wujud guru atau sakyamuni dalam berbagi bentuk mudra serta kisah ramayana, Di Arupa datu adalah kesadaran atman atau roch. puncak kesadaran ada disini. jika dihubungkan dengan: bhuana kosa maka akan selaras, maka munculah kitab sutasoma gubahan mpu tantular didalamnya ada: bhineka tunggal ika tan hana dharma mangrwa"
- Darma Suanjaya @ Sidi Dharma, sama seperti sunari gama, yang berisi bhuana bahbah, sebenarnya isinya adalah penjelasan: HAKEKAT MANUSIA, dari tidak ada (sunya) sampai kembali ke sunya, ditengah2 adalah Kanda pat sari, disana tidak ada mantra, tidak ada banten tapi kaweruhan, dan berahkir di kanda pat atma dan Subhiksu, sejatinya ajaran ini mengajarkan bagaiamana manusia melalui kehidupan. Sunari = Indah, Gama = Pegangan. Pegangan indah kehidupan tapi berbau tantrayana dikit.
- Ngurah Alit Agama Hindu masuk keNusantara pd abad 1masehi,brakar pd Shaiva Shidanta dr Rsi Agastya,dilanjutkn oleh murid bliau brnm Trina Windu diknl dng Bhatara Guru/Eka pratama.dn diBali dprkenalkn oleh oleh Rsi Markandya dng Bebaliny,dilanjutkn oleh Mpu Sangkul putih dng penambahn Arca pralingga,diprknalknnya tata kpemimpinan Dukuh,Prawayah dn Kubayan,
Empu Kuturan dng Desa Pekraman,adat,kahyangan 3/Tri Murti.
Mpu jiwaya dng Tantrik,
Dnghyang Nirartha dng Tri Purusany.
Kl dilihat Bali tidak pas disbt hny sbg sekedar Agama,sbb cakupannya sngt luas hingga nigama dn sundari gama slaras dng tantra,mantra,yantra.
sama seperti sunari gama, yang berisi bhuana bahbah, sebenarnya isinya adalah penjelasan: HAKEKAT MANUSIA, dari tidak ada (sunya) sampai kembali ke sunya, ditengah2 adalah Kanda pat sari, disana tidak ada mantra, tidak ada banten tapi kaweruhan, dan berahkir di kanda pat atma dan Subhiksu, sejatinya ajaran ini mengajarkan bagaiamana manusia melalui kehidupan. Sunari = Indah, Gama = Pegangan. Pegangan indah kehidupan tapi berbau tantrayana dikit.
Langganan:
Postingan (Atom)





















































